RIHLAH

Rihlah diadakan di candi gedungsongo semarang

MUSYAWARAH AKBAR UKKI

Pemilihan MSO dan Ketua UKKI periode 2015/2016

GRAND OPENING

pemenangng lomba TTS dan Pembukaan dan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa UKKI ke Mahasiswa Baru angkatan 2016/2017

IYT 1

Islamic Youth Traning 1 merupakan pelatihan kepemudaan didasari agama ISLAM yang di adakan di Ponpes Saubari Bening Hati Meteseh Semarang

STADIUM GENERAL

Pembukaan serta Kuliah Duha Pertama untuk Mahasiswa Baru angkatan 2015/2016

Kamis, 23 Februari 2012

Pohon di Kuburan Meringankan Siksa?


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan.

 Lalu beliau bersabda:
 إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ
“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).”

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah. Beliau membelahnya menjadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
 لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
 “Semoga keduanya diringankan siksaannya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 216 dan Muslim, no. 292)
Dalam redaksi lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيْرٍ، وَإِنَّهُ لَكَبِيرٌ
 “Mereka berdua tidak disiksa karena perkara besar (dalam pandangan keduanya), namun sesungguhnya itu adalah perkara besar.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6055).
Berkaitan dengan lafadz ini, An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para ulama telah menyebutkan dua tafsiran dalam hadits ini. Makna pertama. Itu bukanlah perkara besar dalam pandangan mereka berdua. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala :
 وَتَحْسَبُوْنَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ (15)
 “Dan kamu menganggapnya suatu perkara yang ringan saja, padahal hal itu pada sisi Allah adalah perkara yang besar.” (QS. An-Nuur: 15)
Makna kedua. Meninggalkan kedua perkara ini bukanlah sesuatu yang besar (susah). Dengan kata lain, kedua perkara ini adalah perkara yang mudah dan ringan untuk ditinggalkan. (Syarah Shohiih Muslim, 3/201).

Tidak Menjaga Diri Dari Kencing Adalah Dosa Besar
Salah satu penghuni kubur itu disiksa karena semasa hidupnya tidak menjaga diri dari kencing, yakni tidak menjaga diri dari percikan air kencingnya sendiri, tidak istinja’ atau bersuci setelah kencing sehingga tubuhnya terkena najis. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud tidak menjaga diri dari kencing adalah tidak menutupi diri ketika kencing. Semua pendapat ini saling melengkapi dan tidak saling bertentangan.
Dari hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa tidak menjaga diri dari kencing merupakan dosa besar, karena pelakunya diancam dengan siksa di Akherat.
Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah menjelaskan bahwa pendapat yang paling kuat tentang pengertian dosa besar adalah segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api Neraka, laknat atau murka Allah di Akherat atau perbuatan yang mendapatkan hukuman had di dunia. Sebagian ulama menambahkan bahwa termasuk dosa besar adalah suatu perbuatan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meniadakan iman bagi pelakunya, seperti sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam: “Tidak beriman salah seorang dari kalian yang…” atau Nabi bersabda: “Bukan golongan kami orang yang…” atau Nabi berlepas diri dari pelakunya.” (Disarikan dari Ajwibah Mufidah an Masa-il Adidah, karya Syaikh Abdul Aziz ar Rajihi, hal. 1-4)

Haramnya Namimah (Adu Domba)
Namimah (adu domba) yaitu mengutip ucapan seseorang dan menceritakan perkataan tersebut kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.
An-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan
 النَّمِيْمَةُ نَقْلُ كَلاَمِ النَّاسِ بَعْضِهِمْ إِلَى بَعْضٍ عَلَى جِهَةِ الإِفْسَادِ بَيْنهُمْ
 “(Yang dimaksud dengan) namimah yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.” (Syarh Nawawi untuk Shohiih Muslim, 1/214, Syamilah).

Namimah hukumnya haram, berdasarkan firman Allah Ta’ala :
 وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهِيْنٍ (10) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيْمٍ (11) مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيْمٍ (12)
 “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa.” (QS. Al-Qalam: 10-12).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
 “Tidak akan masuk Surga orang yang suka mengadu domba.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 105)

Syafa’at dan Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Para ulama menjelaskan bahwa sebab diringankannya adzab bagi kedua penghuni kubur itu adalah syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun pelepah basah yang ditancapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas kedua kuburan itu hanyalah sebagai penanda batas waktu diterimanya syafa’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kedua penghuni kubur itu agar adzab keduanya diringankan. Inilah pemahaman yang benar.
Imam Muslim rahimahullah menyebutkan di akhir kitab Shohiih-nya, sebuah hadits yang panjang dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu tentang dua penghuni kubur yang disiksa, bahwasanya shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 إِنِّي مَرَرْتُ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ، فَأَحْبَبْتُ بِشَفَاعَتِيْ أَنْ يُرَفَّهَ عَنْهُمَا مَا دَامَ الْغُصْنَانِ رَطْبَيْنِ
 “Sesungguhnya aku melewati dua kuburan yang sedang disiksa. Maka dengan syafa’atku, aku ingin agar adzabnya diringankan dari keduanya selama kedua pelepah itu masih basah.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3012).

Jadi, penyebab diringankannya adzab bukanlah adanya pelebah basah, akan tetapi karena syafa’at dan do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini merupakan kekhususan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pendapat yang benar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menanamkan pelepah, kecuali di atas kuburan yang beliau ketahui penghuninya sedang disiksa. Dan beliau tidak melakukan hal itu kepada semua kuburan. Seandainya perbuatan itu Sunnah, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melakukannya kepada semua kuburan. Hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikarenakan para Khulafa’ur Rasyidin dan tokoh besar sahabat tidak pernah melakukan hal itu. Kalau, seandainya itu diperintahkan, tentu mereka akan segera melakukannya. (Ceramah syaikh Ibnu Bazz ketika menjelaskan kitab Fathul Bari, 3/223).

Pemahaman Keliru Tentang Hadits Ini
Kaum muslimin rahimakumullah, ada sebagian muslim yang keliru dalam memahami hadits ini. Sebagian mereka mengatakan bahwa dianjurkan menanam pohon kurma atau pepohonan yang lain di atas kuburan. Mereka mengatakan bahwa penyebab diringankan adzab kedua penghuni kubur itu ialah karena kedua pelepah yang masih basah itu senantiasa bertasbih kepada Allah Ta’ala. Adapun pelepah yang sudah kering, maka tidak lagi bertasbih. Oleh karena itulah, mereka menanam pohon di atas kuburan  agar adzab penghuni kubur terus diringankan.

Pendapat seperti ini bertentangan dengan Firman Allah Ta’ala:
 وَإِنْ مِّنْ شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لاَّ تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ (44)
 “Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al Isra’: 44).

Sesungguhnya pelepah yang kering pun senantiasa bertasbih kepada Allah Ta’ala. Demikian pula debu, kerikil dan bebatuan di dalam tanah senantiasa bertasbih kepada-Nya. Seandainya penyebab diringankan adzab adalah tasbih, tentu tidak ada seorangpun yang mendapatkan siksa di dalam kuburnya, karena debu dan bebatuan yang berada di atas mayit juga bertasbih kepada Allah Ta’ala.
Maka, apakah pohon di kuburan dapat meringankan adzab? Tentu saja tidak. Seandainya pepohonan di atas kuburan dapat meringankan adzab, tentu orang yang paling ringan adzabnya adalah orang-orang kafir, karena kuburan mereka laksana taman yang besar disebabkan begitu banyaknya tanaman dan pepohonan yang mereka tanam di atas kuburan mereka.

by Muhaimin Azhuri
Artikel Muslim.Or.Id

Kamis, 02 Februari 2012

Membantu Palestina Di Shaf Kedua dan Seterusnya

"Kitab suci kamu, doa kamu, bahasa Nabi Muhammad kamu semua dalam bahasa Arab. Apakah kamu tidak merasa dijajah oleh kebudayaan Arab lewat agamamu?" tanya wartawan wanita Australia itu kepada saya, sambil kami menyantap kambing oven dan nasi kebuli, di sebuah hotel di kawasan Arab Surabaya, Ampel.

Pertanyaan itu bukan untuk mencari hidayah, jadi sebaiknya jawabannya juga tidak usah terlalu serius. Saya bilang, "sejak 200 tahun yang lalu orang-orang Aborigin dipaksa berbahasa Inggris, berpakaian cara Inggris, bergaul dengan cara Inggris, makan makanan ala Inggris, berketurunan dengan cara Inggris, apakah kamu nggak merasa menjajah orang Aborigin?"

Senyumnya kecut. Obrolan berganti topik.
Kelirulah orang yang mengira bahwa membantu Palestina, peduli pada Palestina, dan membela hak-hak rakyat Palestina merupakan bagian dari ke-Arab-an Islam. Ini adalah efek aqidah. Salah satu konsekuensi beriman kepada kekuasaan Allah yang absolut ialah membela saudara sesama aqidah saat mereka dizholimi.

Bukan cuma rakyat Palestina, rakyat Muslimin lain yang sedang dizalimi juga wajib dibela. Bahkan, bukan cuma kaum Muslimin, semua rakyat yang sedang dizalimi oleh penguasa yang tidak beriman kepada Allah, wajib dibela dan dimerdekakan oleh kaum Muslimin.

Dimerdekakannya dengan Tauhid yang membebaskan diri manusia dari dominasi manusia, kekuasaan, atau harta benda, menjadi hanya menghamba kepada Penguasa Asli, Allah.

Inilah Sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam sesudah Perang Tabuk. Jihadnya bukan lagi membela diri dan mempertahankan Madinah semata-mata namun secara proaktif mengajak orang memeluk Islam. Kalau penguasa di suatu kawasan menolak dan memaksa tetap pada aqidahnya yang keliru dan tetap berkuasa dengan aqidah yang keliru itu, maka penguasa itu didakwahi terus sampai rakyatnya merdeka atau bebas memilih menjadi Muslim atau menolak (tidak dipaksa).

Negeri Syam dibebaskan dari Kaisar Romawi dan rakyatnya diserukan untuk memeluk Islam. Begitu juga Yaman, Persia, India, Mesir, Afrika Utara terus meluas ke seluruh bumi.

Ada yang dibebaskan dan diajak memeluk Islam dengan politik dan senjata, ada yang hanya dengan kata-kata, perdagangan, dan pernikahan sudah cukup membuka jalan hidayah. Indonesia termasuk bangsa berhati lembut yang menerima Islam tanpa kekerasan.

"Historical Facts and Fiction" buku terbaru Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, cendekiawan Malaysia kelahiran Bogor, mengoreksi pandangan yang sudah berabad-abad dipercaya banyak orang, bahwa Islam sampai ke nusantara pada abad ke-13 Masehi. Keliru. Bahkan pendapat paling optimis seperti yang diungkap almarhum Buya Hamba yaitu abad ke-7 pun masih dikoreksi.

Fakta-fakta sejarah yang dikaji Al-Attas menunjukkan dugaan kuat Islam tiba di Sumatera dibawa oleh para Sahabat yang diutus langsung oleh Rasulullah SAW.

Hubungannya dengan masalah Palestina?
Diantara tabiat Islam yang paling penting ialah menyatukan dan menyetarakan manusia di hadapan Allah. Apapun perbedaannya nggak masalah, yang penting dalam urusan ketaatan kepada Allah bangsa manusia manapun diajak (sekali lagi: diajak) bersatu. Satu aqidah, satu syariah, satu Rasulullah SAW, satu kitabullah, satu hati, satu tubuh, meskipun kebiasaan hidup, bahasa, dan warna kulit berbeda. Tidak masalah.

Termasuk dalam urusan Palestina, Indonesia satu tubuh dengan Palestina. Indonesai dijajah, Palestina marah dan membantu. Palestina dijajah, Indonesia marah dan membela. Kadar kemarahan dan pembelaan tergangung kadar iman dan ilmu. Ketika dakwah semakin meningkatkan iman dan ilmu orang Indonesia, maka semakin besarlah kemarahan dan pembelaan mereka terhadap saudara-saudaranya yang sedang dijajah dan dizalimi.

Apalagi di Palestina ada Masjidil Aqsha. Bukan masjid sembarang masjid. Masjid yang merupakan bagian penting dari aqidah Islam. Disebut Allah dalam Al-Quran. Dijihadkan pembebasannya oleh Rasulullah SAW dan khalifahnya Abu Bakar. Dituntaskan oleh Umar. Dikokohkan jihad Al-Aqsha itu oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.

Karena Palestina -khususnya Masjidil Aqsha- bagian dari iman seorang Muslim (juz' min 'aqidatunaa), maka cara membantu dan membelanya juga dengan cara yang disunnahkan baik oleh Rasulullah SAW, oleh Sahabat, maupun mereka yang kemudian mengikuti jejak langkahnya. Jihad dengan do'a, jihad dengan informasi, jihad dengna harta, jihad dengan bantuan kemanusiaan, dan jihad dengan nyawa.

Membantu Palestina tanpa niatan jihad fii sabilillah bisa dilakukan dan mungkin berhasil. Uskup Illariona Cappuci, Ken O'Keefe, dan Sarah Colborne membantu Gaza dengan menyabung nyawa naik kapal Mavi Marmara tahun lalu. Perjuangan mereka selama bertahun-tahun membela Palestina lebih hebat dari kebanyakan Muslim Indonesia. Ribuan rakyat Palestina telah merasakan manfaat bantuan mereka. Kita doakan Allah memberi mereka hidayah dan memasukkannya ke dalam Islam karena kebaikan-kebaikannya.

Namun, harus secara jujur dikatakan di sini, tentu nilai amal mereka di hadapan Allah berbeda dengan mereka yang membantu Palestina dan Masjidil Aqsha dengan niatan fii sabilillah, karena aqidah.

Di shaf pertama perjuangan membantu Palestina dan Masjidil Aqsha ada para ulama dan mujahidin. Kita di shaf kedua mengerahkan apa yang kita bisa, MER-C mendirikan Rumah Sakit Indonesia. Dompet Dhuafa mendirikan pabrik roti (makanan pokok rakyat). ACT menyelenggarakan sahur dan buka puasa bersama bagi ratusan orang. KISPA membantu madrasah-madrasah tahfizh al-Quran. KNRP mengirimkan mujahidahnya almarhumah Yoyoh Yusroh. Lebih banyak lagi yang tak mampu disebutkan disini, dengan amal shalih yang semuanya luar biasa (terima kasih yang tak terhingga kepada almarhum Pak Natsir dari Dewan Dakwah dan Pak Lukman Harun dari Muhammadiyah, yang selalu jadi inspirasi sejak tahun '60-an).

Di shaf terdepan ada para ulama dan mujahidin. Di belakangnya ada kita, bersama saudara-saudara Muslimin dari seluruh penjuru dunia. Mudah-mudahan kita bersama terus sampai akhir salam. (Suara Hidayatullah). 

Oleh: Dzikrullah Wisnu Pramudya
(Pendiri Sahabat Al-Aqsha, jaringan silaturrahim keluarga Indonesia-Palestina)

Kamis, 05 Januari 2012

Yuk Bersyukur

 
0diggsdigg

email


dakwatuna.com - “Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan tetapi Allah memberikan apa yang selalu kita butuhkan.”
Benar juga kata-kata di atas. Tetapi tidak pernah terbesit di pikiran kita kata-kata tersebut. Saya pun sadar bahwa memang tak semua yang kita inginkan terpenuhi dan apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita. Yuk coba kita telaah firman Allah SWT,
“Diwajibkan Atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu, tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 216)
Banyak keinginan yang ingin kita miliki tetapi kita tidak tahu itu baik untuk kita atau tidak. Ada yang marah bahkan benci kepada Allah karena keinginan tidak pernah terpenuhi, kita harus sadari kalau semua keinginan kita pasti tidak semua Allah kabulkan. Kenapa? Agar kita selalu berada dalam batasan dan tidak lupa kepada Allah.
Di zaman Rasulullah ada suami istri yang miskin. Waktu itu suami ini berjamaah shalat dzuhur dengan Rasulullah, ketika selesai shalat suami ini pun langsung pergi tanpa berdoa kepada Allah. Ini membuat Rasulullah keheranan, Rasulullah pun menghampirinya suami ini dan bertanya,
“Wahai orang tua mengapa engkau terburu-buru sampai engkau pun tak sempat berdoa?”
Suami ini pun menjawab: “Aku terburu-buru karena istriku menunggu kain yang kugunakan untuk shalat, karena kami hanya punya sehelai kain ini ya Rasulullah. Jika kau mau memberikan aku sedikit harta maka aku akan selalu berdoa setelah shalat”.
Rasulullah pun merasa iba, keesokan harinya beliau menghampiri rumah suami istri tersebut dan menghadiahkan sepasang kambing. Selang beberapa bulan suami ini tidak pernah terburu-buru ketika selesai shalat berjamaah dengan Rasulullah. Tetapi setelah 1 tahun suami ini tidak pernah terlihat lagi untuk shalat berjamaah dengan Rasulullah, sehingga Rasulullah pun berniat silaturahim ke rumah suami ini. Ketika sampai di rumahnya Rasulullah bertemu dengannya dan bertanya kepada suami ini, “Mengapa engkau tidak pernah terlihat shalat berjamaah dengan ku lagi?
Suami ini pun menjawab “Maaf Rasulullah kambing yang engkau berikan kepada ku kini telah berkembang banyak dan aku tidak bisa shalat berjamaah bersamamu, karena aku repot mengurusi kambing ini semua”
Seketika itu pun Rasulullah marah dan mengambil semua kambingnya yang pernah ia berikan kepada suami tersebut.
Seharusnya kita patut bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Mengapa kita tidak pernah merasa puas, karena kita selalu melihat orang yang lebih dari kita bukan melihat yang kurang dari kita. Banyak kok kenikmatan yang Allah berikan kepada kita yang belum semua orang nikmati dan nikmat ini melebihi kenikmatan dunia. Ya kenikmatan iman kepada Allah SWT dan hidayah yang Allah berikan kepada kita serta kesehatan untuk tetap bisa beribadah dengan maksimal kepadanya. Karena hanya itu yang bisa mengantarkan kita ke surganya kelak.
Tidak mengapa kekayaan bagi orang-orang bertaqwa kepada Allah, tetapi kesehatan bagi orang yang bertaqwa adalah lebih baik daripada kekayaan dan jiwa yang baik termasuk nikmat yang paling besar” (HR. Bukhari)
“Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang-orang yang ia cintai dan orang-orang yang tidak ia cintai, tetapi Allah tidak memberikan nikmat agama kecuali kepada orang yang ia cintai, barang siapa yang di berikan agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah telah mencintainya” (HR. Ahmad)
Yuk bersyukur karena Allah mencintai kita wahai ikhwah fillah, bersyukur dengan tetap istiqamah di jalan dakwah karena inilah jalan pintas yang mengantarkan kita untuk bisa menatap wajah Rabb semesta Alam yang telah menciptakan kita.
Wallahu a’lam bishshowaab

Senin, 02 Januari 2012

Mengapa Orang Israel Pintar dan Jenius ??

Sekedar Informasi....

Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H.Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ?
Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut : Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik.

Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.
Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad.Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak.
Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever). Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging,hanya makan daging saja,tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah: Di Isarel, merokok itu tabu! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan, maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi. Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.
Mereka juga harus pandai bahasa, minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan.
Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion”.
Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir ! Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya.
Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”. Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar !
Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan?
oleh :
Chappy hakim
 (kangpurwo.com/edt)

Rabu, 28 Desember 2011

Refleksi Akhir Tahun



Tahun 2011 sudahlah hampir berakhir, hanya sisa tinggal beberapa hari saja. Sudahkah kita mencoba untuk merefleksikan diri, memuhasabahi diri kita, apa yang telah kita lakukan sampai dengan akhir tahun 2011 ini ? Apabila kita flashback seluruh kejadian yang menimpa diri kita mulai dari awal tahun sampai dengan akhir tahun, baik itu berupa hal-hal kecil ataupun hal-hal besar yang memberikan dampak yang besar bagi diri kita ataupun orang lain.
Hari demi hari, bulan demi bulan sudah kita lalui, baik itu susah maupun senang, sedih maupun gembira, naik maupun turun, hal yang enak maupun hal yang tidak mengenakan, semua itu telah bercampur baur, seiring waktu berjalan.


Apabila kita kembali lagi ke akhir tahun 2010, dimana mungkin dari sebagian kita pada akhir tahun 2010 telah mencanangkan / memproklamirkan hal-hal apa saja yang harus kita dapatkan / kita lakukan di tahun 2011 ini. Begitu pula dalam akhir tahun ini, kita harus melakukan evaluasi dan penilaian terhadap target yang kita telah tetapkan apakah sudah tercapai ?

Sebagai manusia tentunya kita hanya bisa merencanakan atas segala sesuatu yang kita inginkan, setelah itu kita harus berusaha keras dan berdoa untk mencapai apa yang telah kita rencanakan. Sekarang di akhir tahun 2011 ini, tentunya bagi kita yang telah mempunyai rencana apa saja yang harus dilakukan oleh diri kita, ada baiknya kita melakukan evaluasi terhadap realisasi pencapaiannya.
Mungkin ada sebagai dari kita, dalam hal akan melakukan sesuatu terbiasa dengan membuat rencana jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang. Ibaratnya itu sebagai suatu tangga untuk mencapai apa yang kita inginkan dan impikan, tentunya harus dilakukan secara bertahap namun pasti.

Berdasarkan arti kata refleksi yang berasal dari bahasa inggris, reflect yang artinya menggambarkan, membayangkan, mencerminkan (suatu opini/pendapat). Dari arti kata tersebut, maka kita dapat melakukan suatu refleksi akhir tahun, terhadap apa yang telah dicapai dan apa yang belum tercapai dari rencana kita.
Dengan melakukan refleksi, kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan kita, sebagaimana dalam teori manajeman kita dapat melakukan analisis SWOT. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey pada dasarwarsa 1960-an dan 1970-an. SWOT yang berarti Strengths/kekuatan, Weaknesses/kelemahan, Opportunities/kesempatan, Threats/ancaman.

Secara sederhana pula kita dapat melakukan refleksi terhadap diri kita dengan menggunakan analisis SWOT tersebut, dimana kita dapat melihat baik itu dari segi internal maupun dari segi eksternal, faktor apa saja yang telah dilakukan atau yang akan kita lakukan, yang tentunya dapat kita tentukan sendiri faktor-faktornya.
Ada beberapa hal yang perlu kita sadari, bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan tentunya harus mempunyai tekad yang kuat melalui kerja keras (strive), yang dilakukan selama ingin mencapai sesuatu yang diinginkan. Kemudian kita harus melihat posisi dan kemampuan yang dimiliki oleh kita saat ini (positioning). Dan jangan lupa pula, kita harus tetap berdoa untuk menjalani itu semua, sehingga pada saatnya kita diberikan kemudahan dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan.

Lakukanlah refleksi akhir tahun kita secara sederhana, sehingga paling tidak kita dapat mengetahui sejauhmana pencapai yang telah dicapai di tahun 2011, dan kita dapat membuat suatu rencana atau keinginan yang lebih besar lagi di tahun 2012. Dengan melakukan sedikit evaluasi terhadap yang telah dilakukan dan dengan melakukan perencanaan terhadap yang akan kita lakukan pada tahun 2012, diharapkan hidup kita dapat lebih terarah dan terencana dengan tujuan yang telah kita buat.

Apabila hari ini lebih buruk dari hari kemarin itulah orang yang celaka
Apabila hari ini sama dengan hari kemarin itulah orang yang merugi
Apabila hari ini lebih baik dari hari kemarin itulah orang yang beruntung..
Sebagai seorang muslim kita haruslah menjadi orang yang beruntung itu..karena orang yang bijak adalah orang yang mampu belajar dari pengalam dan kesalahan masa lalu…

(Kompasiana.com)
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net